Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Riau kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahunan bersama perwakilan BWI kabupaten/kota se-Provinsi Riau pada 27–28 November 2025 di Evo Hotel Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi agenda strategis untuk memperkuat tata kelola wakaf di Provinsi Riau sekaligus menyinergikan langkah-langkah pembangunan wakaf produktif di daerah.
Rakor tahun ini mengangkat tema, “Akselerasi dan Optimalisasi Gerakan Wakaf Tunai dan Produktif. Mewujudkan Riau Sejahtera.” Tema tersebut dipilih untuk menegaskan komitmen BWI dalam mendorong wakaf sebagai kekuatan ekonomi sosial yang mampu memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tamu penting. Hadir Wakil Ketua BWI, Dr. KH. Ahmad Zubaidi, MA, yang memberikan arahan utama terkait urgensi pengembangan wakaf produktif. Turut hadir Plt. Gubernur Riau, perwakilan Kanwil Kemenag Riau, para nazhir, serta pimpinan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang menjadi mitra pengelolaan wakaf tunai. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan bahwa wakaf telah menjadi isu strategis yang memerlukan kolaborasi kuat lintas lembaga.
Dalam arahannya, Dr. KH. Ahmad Zubaidi, MA menegaskan bahwa optimalisasi wakaf produktif merupakan proses mentransformasi dana abadi umat menjadi kekuatan ekonomi riil. Ia menekankan bahwa hasil pengelolaan wakaf harus dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat. “Wakaf bukan hanya ibadah, tetapi instrumen pembangunan. Ketika dikelola secara produktif, ia dapat menjadi sumber daya ekonomi yang kuat,” ujarnya.
Pada malam hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi perkembangan wakaf di Provinsi Riau. Pada sesi ini, peserta yang terdiri dari para perwakilan BWI kabupaten/kota membahas berbagai tantangan, pencapaian, serta peluang penguatan wakaf di daerah masing-masing. Diskusi ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, bertukar pengalaman, serta merancang agenda kolaboratif antar perwakilan.
Memasuki hari kedua, Rakor berlanjut pada agenda sidang komisi, yang diikuti khusus oleh seluruh perwakilan BWI se-Provinsi Riau. Terdapat empat kelompok sidang komisi yang masing-masing membahas isu spesifik berkaitan dengan pembinaan nazhir, optimalisasi wakaf tunai, peningkatan data dan literasi wakaf, serta strategi kolaborasi kelembagaan. Setiap komisi merumuskan gagasan dan program yang realistis untuk diterapkan dalam satu tahun ke depan.
Hasil dari sidang komisi kemudian dipresentasikan dalam sidang paripurna, yang bertujuan menyatukan rekomendasi menjadi langkah strategis yang komprehensif. Rumusan tersebut diharapkan menjadi acuan kerja BWI Provinsi Riau dan seluruh perwakilan kabupaten/kota dalam meningkatkan tata kelola dan produktivitas wakaf.
Melalui Rakor ini, BWI Riau berharap seluruh rekomendasi dan kesepakatan dapat direalisasikan secara nyata. Dengan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas nazhir, dan optimalisasi wakaf produktif, Provinsi Riau diharapkan dapat terus bergerak menuju visi besar “Mewujudkan Riau Sejahtera.”

