
Pekanbaru, Rabu 11 Juni 2025 – Satu langkah penting dalam memperkuat koordinasi pengelolaan wakaf di Pekanbaru terjadi saat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru melakukan kunjungan audiensi ke Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Riau. Audiensi ini menjadi ruang dialog terbuka mengenai dinamika wakaf yang tengah berkembang di kota tersebut—baik dari sisi potensi, tantangan, hingga strategi kolaboratif ke depan.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh jajaran pengurus BWI Riau, antara lain Ustadz Dr. Riki Arnaidi, M.Ag selaku Kepala Kantor TU BWI Riau, Bapak Budi Suhari, S.Pt., MM dari Divisi Pembinaan Nazhir dan Pengelolaan Wakaf, Bapak Drs. Dahlan, MA dari Divisi Humas, Sosialisasi, dan Literasi, Bapak Sofwan Muhajir, S.Ag dari Divisi Pengawasan dan Tata Kelola, serta Bapak Dimas Pradhasumitra Mahardika, M.Sc yang menjabat sebagai Sekretaris Kenazhiran.

Diskusi berlangsung hangat dan terbuka. Salah satu isu yang mengemuka adalah perlunya sinergi antara regulator, nazhir, dan elemen masyarakat dalam menyikapi tantangan di lapangan. “Kita perlu menyatukan langkah agar wakaf tidak hanya berhenti di akta ikrar, tapi bisa berdaya guna secara produktif untuk umat,” ujar Dr. Riki Arnaidi.
BWI Riau menekankan pentingnya penguatan literasi wakaf serta pembinaan berkelanjutan kepada nazhir. Dalam forum itu, Kemenag Kota Pekanbaru juga menyampaikan komitmen untuk lebih aktif terlibat dalam pendampingan dan pengawasan wakaf di wilayahnya.
Pertemuan ini menjadi gambaran nyata dari semangat kolaborasi yang terus dibangun untuk mendorong profesionalisme, akuntabilitas, dan keberlanjutan dalam tata kelola wakaf di Pekanbaru.


