
Pekanbaru, 6 Februari 2026 – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Riau mengambil peran aktif dalam membina kapasitas nazhir (pengelola wakaf) di lingkungan perguruan tinggi. Perwakilan BWI Riau memberikan Pemaparan Literasi Pengelolaan Wakaf yang komprehensif kepada seluruh pimpinan dan pengurus baru Suska Waqf Center di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Rektor, Jumat (6/2/2026), ini menekankan pentingnya tata kelola wakaf yang profesional dan berkelanjutan.
Pemaparan disampaikan langsung oleh H. Budi Suhari, S.Pt., M.M., CWC®, dari Divisi Pembinaan Nazhir dan Pengembangan Aset Wakaf Perwakilan BWI Provinsi Riau. Dalam paparannya, Budi Suhari menguraikan secara detail aspek hukum, administrasi, tata kelola (governance), dan strategi pengembangan aset wakaf produktif sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan perundang-undangan.

“Kehadiran dan pembinaan BWI kepada lembaga-lembaga potensial seperti UIN Suska Riau adalah langkah strategis. Kami ingin memastikan bahwa setiap nazhir, terutama di institusi pendidikan yang memiliki jangkauan luas, memiliki literasi yang memadai. Pengelolaan wakaf yang transparan, akuntabel, dan inovatif adalah kunci untuk mewujudkan dampak sosial-ekonomi yang abadi,” tegas Budi Suhari, yang juga merupakan Certified Waqf Competence dan Assesor Wakaf BWI RI, di hadapan para peserta.
Acara ini dibuka dengan sambutan dari Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, M.Si., Ak., yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dan pendampingan dari BWI Provinsi Riau. “Pemaparan dari BWI ini adalah fondasi yang sangat berharga bagi pengurus Suska Waqf Center yang baru kami bentuk. Sinergi antara akademisi dan lembaga otoritatif seperti BWI akan mempercepat terwujudnya pengelolaan wakaf kampus yang optimal dan berdampak luas,” ujar Prof. Leny.
Sebelum pemaparan dimulai, Ketua Pengurus Suska Waqf Center, Dr. Harris Simaremare, ST., MT., juga menyampaikan sambutan yang menegaskan komitmen timnya untuk belajar dan bekerja dengan prinsip-prinsip terbaik. “Kami menyambut baik ilmu dari BWI. Pembekalan ini menjadi modal awal yang crucial bagi kami untuk merancang program-program wakaf yang tidak hanya sah secara syar’i, tetapi juga memiliki nilai kelola dan keberlanjutan yang tinggi,” jelas Harris.
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Wakil Rektor, Para Dekan dan Wakil Dekan, serta pengurus inti Suska Waqf Center ini berlangsung interaktif. Para peserta terlihat antusias mendalami materi dan aktif dalam sesi diskusi, menanyakan berbagai peluang dan model pengembangan wakaf produktif yang dapat diimplementasikan di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, BWI Provinsi Riau menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem wakaf di Riau, dimulai dari pembinaan nazhir pada institusi strategis seperti UIN Suska Riau. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan model pengelolaan wakaf pendidikan yang inovatif dan menjadi referensi bagi pengembangan wakaf di provinsi tersebut.

